The Time Is Right When You Do Something Right, right?

Duh, sebenernya banyak hal yang pingin gue ceritain, mulai dari kesempatan berkunjung ke Pulau Belitung hingga magang di DPR RI. Tapi, entah ada angin apa gue lagi pingin nulis tentang sesuatu yang ada di pikiran gue, dan gue ngerasa asik aja buat mikirin hal ini.

Pasti lo semua pernah menginginkan sesuatu dong? Misalnya, pingin punya pacar (wah curcol), pingin bisa ke Perancis (curcol lagi), pingin punya kakak, pingin acara yang lo ketuain berjalan lancar, pokoknya segala macem keinginan lo yang bersifat duniawi atau mungkin non-duniawi deh, apapun. Terus lo berdoa dan berharap nih semoga keinginan lo bisa terkabul, tentunya juga disertai usaha. Satu pertanyaan gue sih, misalnya ketika kita sudah berusaha tapi ngga berdoa, kemudian impian kita tetap terkabul, lalu dimana kuasa doa? Atau sebaliknya, ketika kita sudah berdoa, tetapi belum berusaha, ehh tahu-tahu dapet duit undian 10 juta misalnya. Atau, the worst case, lo sudah berusaha dan berdoa, eh tapi keinginan lo itu ngga terkabul. Kemudian lo mulai berfikir, ‘ohh mungkin waktunya belum tepat aja kali‘.

Eits, tapi menurut gue, ketiga kemungkinan tersebut mungkin aja terjadi kecuali kemungkinan yang kedua, yaitu ketika lo sudah berdoa, belum berusaha, eh tahu-tahu aja dapet sesuatu yang lo inginkan. Ngga, gue rada ngga setuju sama hal itu. Karena, ketika lo mendapatkan sesuatu, maka lo pasti telah melakukan sesuatu, entah sekecil apapun itu. Contohnya adalah ketika lo berdoa ‘ya Tuhan, aku pingin punya sepeda yang pake mesin‘, trus besoknya tiba-tiba lo dapetin tuh sepeda dari hasil undian. Which is mean, lo telah berusaha untuk ikut undian. Atau ketika lo pingin kenalan sama seseorang, tapi lo malu, terus lo ngarepin supaya ada keajaiban lo bisa kenalan sama dia. Trus tiba-tiba, besoknya lo dikenalin sama seseorang itu dari salah satu temen lo. Yak, sebenernya lo juga udah berusaha, lo pernah berusaha untuk berkenalan dengan temen lo itu, karena lo kenal dengan temen lo itu makanya lo bisa dikenalin dengan seseorang itu kan? Ribet yah? Hahahaa… Hal ini terinspirasi dari ucapannya David Niven :

You are not just here to fill space or be a background character in someone else’s movie. Consider this: nothing would be the same if you did not exist. Every place you have ever been and everyone you have ever spoken to would be different without you. We are all connected, and we are all affected by the decisions and even the existence of those around us.”

Ya, kita semua berkoneksi, suka ngga suka, mau ngga mau, hidup lo bisa seperti sekarang karena orang-orang yang pernah lo kenal dalam kehidupan lo, orang-orang yang lo benci, mantan-mantan lo, orangtua lo, temen-temen lo, pertemuan lo dengan seseorang/hewan/tumbuhan/apapun, dan lain-lain. Jadi, ngga ada alasan untuk membenci siapapun di dunia ini ketika lo sekarang bahagia dengan kehidupan lo. Semua hal yang terjadi dalam hidup lo dan keadaan lo saat ini, bahagia atau sedih, ya karena mereka. Hal itulah yang membuat hidup kita berwarna, kadang sedih, marah, jengkel, trus seneng lagi. Karena setiap hari adalah berbeda, serutin apapun aktivitas lo. Bertemu orang-orang berbeda setipa harinya ataupun bertemu dengan orang-orang yang sama dengan bawaan yang berbeda dalam setiap waktunya, itulah yang menyebabkan hidup lo sekarang menjadi begini.

David Niven juga pernah bilang gini :

Much in life is simply a matter of perspective. It’s not inherently good or bad, a success or failure; it’s how we choose to look at things that makes the difference.”

Nah, ini dia. Dari tulisan itu gue jadi kepikiran, ketika lo merasa berhasil melakukan sesuatu, lo mungkin ngga pernah kepikiran bahwa waktu lo melakukan hal itu adalah waktu yang tepat. Tetapi, ketika lo melakukan hal yang tidak tepat (tidak tepat berarti tidak sesuai dengan apa lo harapkan) maka waktu akan dianggap salah. “Mungkin waktunya ngga tepat,’ itu kan yang sering lo ucapkan? Semua bergantung pada perspektif anda masing-masing pastinya…

Lalu, apakah definisi dari waktu yang tidak tepat tersebut? Bagaimana waktu dikatakan tidak tepat? Mengapa kamu tahu bahwa waktunya tidak tepat? Tidak tepat untukmu saja bukan? Mestinya sih begitu. Menurut gue, tidak ada ungkapan waktu yang tidak tepat. Waktu selalu tepat. Apapun yang lo lakukan adalah hal yang tepat. Termasuk jika hal tersebut tidak tepat. Ketika terjadi suatu hal yang tidak tepat di satu waktu, maka hal tersebut adalah tepat. Mungkin lo mulai berfikir, bahwa gue percaya pada takdir atau nasib yang sudah ditentukan? Hmm, gue sendiri ngga tau akan hal itu. Satu yang pasti, bahwa waktu dan hal yang lo lakukan tidak pernah salah bahkan ketika itu salah (lagi-lagi, salah dalam artian tidak sesuai dengan apa yang lo inginkan).

The time is right when you do something right.

Biar semakin paham, gue puter balik deh ceritanya. Pernah ngga lo seneng banget ketika program kerja lo berhasil dijalankan, ketika gebetan lo juga suka sama lo, ketika lo masuk universitas yang lo mau, atau ketika lo diangkat jabatannya. Disaat seperti itu, pernahkah lo berpikir bahwa mungkin saja waktu sedang salah? Hemmm… Kemungkinan besar sih, lo ngga akan mikir kayak gitu. Lo pasti bakal ngerasain seneng dan lo amat sangat bersyukur akan hal tersebut. Waktu seolah-olah berjalan indah dan baik.

Tapi gimana dong kalo misalnya disaat orangtua gue sedang sakit keras dan disaat yang bersamaan gue tahu kalo gebetan gue suka juga sama gue. Apakah lo akan menyalahkan waktu? Lo pasti akan cenderung mengarah ke negatifitas. Lo akan berpikir, ‘huhf, waktunya ngga tepat nih.’ Lo akan cenderung mengarah pada kesedihan lo, mungkin lo juga merasa seneng, tapi manusia merasa lebih sensitif untuk hal yang bersifat negatifitas. Negatifitas yang gue maksud itu seperti kesedihan, kemelaratan, kecapekan, dan lain-lain yang sifatnya bikin muka jadi😦

Trus gimana yah? Kalo waktu ngga bisa disalahin, nyalahin keadaan? David Niven pernah bilang gini :

“Keep the circus going inside you, keep it going, don’t take anything too seriously, it’ll all work out in the end”

Lo boleh sedih, boleh seneng, boleh apa aja. Lo patut merasakan semua rasa-rasa itu kok. Tetapi, satu yang perlu lo ingat, semua hal di dunia ini memiliki sebuah akhir. Percayalah, bahwa seberat apapun masalah hidup lo ataupun sesenang apapun hidup lo, semua itu akan berakhir. Intinya, nikmatilah hidup lo. Jangan pernah salahkan waktu, keadaan, apalagi diri lo sendiri. Tidak ada yang salah, waktu tidak pernah salah, keadaan tidak pernah salah, dan tidak perlu pula menganggap bahwa diri lo yang salah..

sekalipun lo merasa demikian,

percayalah percayalah percayalah…

selalu,

ingatlah ketika kegembiraan menghampiri hidup lo, betapa lo sangat senang dan mencintai waktu dan keadaan saat itu..

belajarlah dari kegembiraanmu sendiri bahwa waktu tidak pernah salah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s