Tuhan, Peluk Dia Untukku…

Sore itu di bus besar, dingin, bercuacakan senja…

Aku menatap langit, tidak hujan, tapi entahlah, aku mencari pelangi…

Ku lihat dari balik benda padat itu, ya kaca, ya, begitulah orang-orang menyebutnya…

Terus menerus kucari, namun ohh…tidak ku temukan warna-warna cerah itu…

Aku pun sejenak kecewa karena tidak menemukan fenomena yang menurutku ajaib itu…

Tetapi aku melihat pelangi versiku sendiri, merah, biru, abu-abu, orange, dan putih yang tidak bersih, ya, pelangi versiku sendiri…

Ku lihat warna-warna itu, aku pun kagum…

Sudah biasa dan bukan untuk pertama kali, tapi tetap saja aku kagum…

Aku berharap, pelangi versi-ku itu dapat mengabulkan permintaanku seperti apa yang ku minta terhadap pelangi yang sesungguhnya…

Pelangi…langit… aku tau, aku mungkin tidak bisa selamanya mendapatkan apa yang ku inginkan…

Aku mungkin tidak selamanya akan bergembira…

Aku mungkin tidak bisa lagi memiliki dirinya, menyayangi dirinya, dan membelai rambut dan wajahnya…

Bahkan, mungkin saat ini dia telah membenciku dan ingin segera melupakanku…

Atau jangan-jangan dia menyesal pernah bersamaku?

Ah, aku tidak peduli. Biarlah, itu kan dia…

Namun, aku di sini, berdoa agar hatimu mau menerimaku sebagai teman, tidak lebih…

Aku ingin berteman denganmu, jangan sampai perpisahan ini membuat kita saling membenci satu sama lain, tidak. Bukan itu yang kuinginkan…

Yang kuinginkan adalah walaupun kita berpisah, bagaimanapun kita pernah berhubungan baik kan? Apa salahnya kita berteman?

Aku berdoa, agar Tuhan melembutkan pikiran dan hatimu terhadap siapapun…

Aku tahu, kau sebenarnya baik, aku percaya Tuhan akan mendengar doaku dan memberikanmu hidup yang terbaik di manapun dirimu sekarang berada…

Kenangan-kenangan indah itu, membuat ku rindu…

Ya, rindu hanyalah rindu, tak ada gunanya lagi…

Tapi, rasa rindu itu membuatku tidak pernah membencinya, walau apapun yang dia telah lakukan padaku…

Sesaat aku naik darah juga, tetapi kemudian aku mencoba memahami posisinya…

Tuhan… yang ku minta tidak banyak…

hanya, peluk dia untukku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s