0

Cemooh Rembulan :)

Kalau bulan bisa ngomong.. Dia jujur takkan bohong..

Begitu penggalan lirik lagu yang judulnya Kalau Bulan Bisa Ngomong.

Bulan tak bisa bicara. Ah, siapa bilang? Karena dia tidak punya mulut, kau pikir dia tidak bisa bicara? Sama saja dengan seorang bisu. Apakah ia tidak bicara? Jawabanmu tidak? Seberapa yakin kau yakin kalau seorang bisu tidak bicara? Ia tidak bisa bicara, bukan berarti ia tidak bicara🙂 Tentu, ia bicara..ya, bicara dengan caranya sendiri, mungkin beberapa bicara dengan hati, beberapa dengan bahasa tubuh, beberapa dengan tatapan. Tetapi, rembulan? Dengan apa ia bicara?

Sebelum kujawab satu pertanyaan yang mungkin sulit itu, aku ingin cerita kalau jari jemari ini sudah lama tidak berdansa mengikuti irama (baca: hati). Hehe.. Sebelum kujawab (lebih tepatnya, kita jawab, karena dengan membaca ini sudah dipastikan kau tertarik dengan judulnya dan aku pun sungguh masih belum tahu jawabnya hingga detik kutuliskan kalimat ini) aku memutuskan untuk mengajak pikiranmu menari bersamaku. Rembulan, apakah kau bicara?🙂

Malam tadi, aku menatap gelapnya langit malam. Setelah kuperhatikan, ia tidak gelap. Bukan karena pantulan cahaya lampu di Ibukota. Siapa gerangan Ibukota, bukankah langit teramat sangat jauh jarak dengannya? Ternyata, ada bulan yang bersembunyi di balik gelapnya langit malam. Sekejap kubayangkan jika bulan tak ada, betapa legamnya langit malam tadi. Eits.. Sebelum terlarut lebih jauh, aku ingin memberitahumu sesuatu mengenai bulan. Bayanganku mengenai legamnya langit malam tadi, tentu bukan karena cahaya bulan. Para ilmuwan eksakta menyatakan bahwa cahaya bulan berasal dari pantulan matahari. Bulan ternyata tidak mempunyai cahayanya sendiri. Ya, informasi itu akan menambah indah ritme-ritme dalam tulisan ini🙂 Karena aku semakin hampir tahu jawabnya dengan apa rembulan bicara.. Tentu jawabannya bukan dengan matahari ya, haha!

Bulan menerima pantulan cahaya matahari…

Coba renungkan kalimat itu baik-baik… Bulan menerima cahaya matahari. Kemudian memantulkannya. Hingga para manusia di muka Bumi ini melihat, seolah-olah rembulan yang memiliki cahaya itu. Tetapi ternyata dari matahari. Semua makhluk pun tidak ada yang meragukan terangnya sinar matahari bukan? Ketika ia berbagi cahayanya dengan bulan, tetap tak ada yang mengalahkan kehormatan cahaya matahari. Apakah bulan pernah mengatakan bahwa cahaya itu bukan miliknya? Ia hanya perantara, agar malam yang memang sudah sunyi dan sepi ini, tidak menjadi semakin gelap. Matahari tahu, bahwa posisinya akan segera tergantikan dengan bulan yang tak bercahaya, mungkin matahari iba melihat kegelapan, sehingga terciptalah bahwa cahaya bulan berasal dari pantulan cahaya matahari. Apa sih intinya? Sabar.. Keep playing with your mind, it’s almost there🙂

4.5 milyar tahun bulan terbentuk. Siapa dirimu? Sesepuh? Mengaku sudah expert dalam segala hal? Rembulan sudah menertawakan keangkuhanmu kalau begitu🙂 tawanya yang terbahak-bahak kadang membuat awan malam menutupinya. Ya kamu benar, karena angin tentu saja. Angin dari hembusan tawa rembulan… Aku rasa, aku sudah jauh, lumayan jauh. Kata ibu, jangan terlalu jauh, nanti kamu tersesat. Tetapi, semakin jauh, aku semakin penasaran apa yang ada di depanku. Lalu, kita teruskan sedikit ya..

Aku menatap jauh ke belakang, melihat pertanyaan awalku, dengan apa rembulan ber..bi..ca..ra? Hm, itu kan tadi pertanyaannya? Oke, aku belum terlalu jauh, aku masih dapat melihatnya. (bayangkan saja aku sedang melihat jauh ke belakang, dan pertanyaan itu walau samar, aku masih dapat melihatnya, pertanda aku masih berada di batasku).

Seorang tidak bisa bicara, bukan berarti ia tidak bicara. Seorang tidak bisa melihat, bukan berarti ia tidak melihat. Seorang tidak bisa mendengar, bukan berarti ia tidak mendengar. Seorang tidak bisa merasa, bukan berarti ia tidak merasa. Rembulan salah satunya. Ia menerima cahaya matahari. Ia memberikan terang di gulitanya malam. Asal tahu saja, bulan bisa saja tidak melakukan itu semua. Tetapi, satu pelajaran penting dari sang rembulan. Ia menerima, dan kemudian berbagi. Ternyata bulan punya nurani. Mungkin ia tidak punya hati, tetapi ia punya nurani, lebih mulia dari sekedar punya hati.

Tidak semua makhluk paham bagaimana rembulan berbicara. Tetapi, jika kita mencoba sedikit melihat dari kacamata sang rembulan, kita akan paham bagaimana rembulan berbicara..🙂

0

The Time Is Right When You Do Something Right, right?

Duh, sebenernya banyak hal yang pingin gue ceritain, mulai dari kesempatan berkunjung ke Pulau Belitung hingga magang di DPR RI. Tapi, entah ada angin apa gue lagi pingin nulis tentang sesuatu yang ada di pikiran gue, dan gue ngerasa asik aja buat mikirin hal ini.

Pasti lo semua pernah menginginkan sesuatu dong? Misalnya, pingin punya pacar (wah curcol), pingin bisa ke Perancis (curcol lagi), pingin punya kakak, pingin acara yang lo ketuain berjalan lancar, pokoknya segala macem keinginan lo yang bersifat duniawi atau mungkin non-duniawi deh, apapun. Terus lo berdoa dan berharap nih semoga keinginan lo bisa terkabul, tentunya juga disertai usaha. Satu pertanyaan gue sih, misalnya ketika kita sudah berusaha tapi ngga berdoa, kemudian impian kita tetap terkabul, lalu dimana kuasa doa? Atau sebaliknya, ketika kita sudah berdoa, tetapi belum berusaha, ehh tahu-tahu dapet duit undian 10 juta misalnya. Atau, the worst case, lo sudah berusaha dan berdoa, eh tapi keinginan lo itu ngga terkabul. Kemudian lo mulai berfikir, ‘ohh mungkin waktunya belum tepat aja kali‘.

Eits, tapi menurut gue, ketiga kemungkinan tersebut mungkin aja terjadi kecuali kemungkinan yang kedua, yaitu ketika lo sudah berdoa, belum berusaha, eh tahu-tahu aja dapet sesuatu yang lo inginkan. Ngga, gue rada ngga setuju sama hal itu. Karena, ketika lo mendapatkan sesuatu, maka lo pasti telah melakukan sesuatu, entah sekecil apapun itu. Contohnya adalah ketika lo berdoa ‘ya Tuhan, aku pingin punya sepeda yang pake mesin‘, trus besoknya tiba-tiba lo dapetin tuh sepeda dari hasil undian. Which is mean, lo telah berusaha untuk ikut undian. Atau ketika lo pingin kenalan sama seseorang, tapi lo malu, terus lo ngarepin supaya ada keajaiban lo bisa kenalan sama dia. Trus tiba-tiba, besoknya lo dikenalin sama seseorang itu dari salah satu temen lo. Yak, sebenernya lo juga udah berusaha, lo pernah berusaha untuk berkenalan dengan temen lo itu, karena lo kenal dengan temen lo itu makanya lo bisa dikenalin dengan seseorang itu kan? Ribet yah? Hahahaa… Hal ini terinspirasi dari ucapannya David Niven :

You are not just here to fill space or be a background character in someone else’s movie. Consider this: nothing would be the same if you did not exist. Every place you have ever been and everyone you have ever spoken to would be different without you. We are all connected, and we are all affected by the decisions and even the existence of those around us.”

Ya, kita semua berkoneksi, suka ngga suka, mau ngga mau, hidup lo bisa seperti sekarang karena orang-orang yang pernah lo kenal dalam kehidupan lo, orang-orang yang lo benci, mantan-mantan lo, orangtua lo, temen-temen lo, pertemuan lo dengan seseorang/hewan/tumbuhan/apapun, dan lain-lain. Jadi, ngga ada alasan untuk membenci siapapun di dunia ini ketika lo sekarang bahagia dengan kehidupan lo. Semua hal yang terjadi dalam hidup lo dan keadaan lo saat ini, bahagia atau sedih, ya karena mereka. Hal itulah yang membuat hidup kita berwarna, kadang sedih, marah, jengkel, trus seneng lagi. Karena setiap hari adalah berbeda, serutin apapun aktivitas lo. Bertemu orang-orang berbeda setipa harinya ataupun bertemu dengan orang-orang yang sama dengan bawaan yang berbeda dalam setiap waktunya, itulah yang menyebabkan hidup lo sekarang menjadi begini.

David Niven juga pernah bilang gini :

Much in life is simply a matter of perspective. It’s not inherently good or bad, a success or failure; it’s how we choose to look at things that makes the difference.”

Nah, ini dia. Dari tulisan itu gue jadi kepikiran, ketika lo merasa berhasil melakukan sesuatu, lo mungkin ngga pernah kepikiran bahwa waktu lo melakukan hal itu adalah waktu yang tepat. Tetapi, ketika lo melakukan hal yang tidak tepat (tidak tepat berarti tidak sesuai dengan apa lo harapkan) maka waktu akan dianggap salah. “Mungkin waktunya ngga tepat,’ itu kan yang sering lo ucapkan? Semua bergantung pada perspektif anda masing-masing pastinya…

Lalu, apakah definisi dari waktu yang tidak tepat tersebut? Bagaimana waktu dikatakan tidak tepat? Mengapa kamu tahu bahwa waktunya tidak tepat? Tidak tepat untukmu saja bukan? Mestinya sih begitu. Menurut gue, tidak ada ungkapan waktu yang tidak tepat. Waktu selalu tepat. Apapun yang lo lakukan adalah hal yang tepat. Termasuk jika hal tersebut tidak tepat. Ketika terjadi suatu hal yang tidak tepat di satu waktu, maka hal tersebut adalah tepat. Mungkin lo mulai berfikir, bahwa gue percaya pada takdir atau nasib yang sudah ditentukan? Hmm, gue sendiri ngga tau akan hal itu. Satu yang pasti, bahwa waktu dan hal yang lo lakukan tidak pernah salah bahkan ketika itu salah (lagi-lagi, salah dalam artian tidak sesuai dengan apa yang lo inginkan).

The time is right when you do something right.

Biar semakin paham, gue puter balik deh ceritanya. Pernah ngga lo seneng banget ketika program kerja lo berhasil dijalankan, ketika gebetan lo juga suka sama lo, ketika lo masuk universitas yang lo mau, atau ketika lo diangkat jabatannya. Disaat seperti itu, pernahkah lo berpikir bahwa mungkin saja waktu sedang salah? Hemmm… Kemungkinan besar sih, lo ngga akan mikir kayak gitu. Lo pasti bakal ngerasain seneng dan lo amat sangat bersyukur akan hal tersebut. Waktu seolah-olah berjalan indah dan baik.

Tapi gimana dong kalo misalnya disaat orangtua gue sedang sakit keras dan disaat yang bersamaan gue tahu kalo gebetan gue suka juga sama gue. Apakah lo akan menyalahkan waktu? Lo pasti akan cenderung mengarah ke negatifitas. Lo akan berpikir, ‘huhf, waktunya ngga tepat nih.’ Lo akan cenderung mengarah pada kesedihan lo, mungkin lo juga merasa seneng, tapi manusia merasa lebih sensitif untuk hal yang bersifat negatifitas. Negatifitas yang gue maksud itu seperti kesedihan, kemelaratan, kecapekan, dan lain-lain yang sifatnya bikin muka jadi😦

Trus gimana yah? Kalo waktu ngga bisa disalahin, nyalahin keadaan? David Niven pernah bilang gini :

“Keep the circus going inside you, keep it going, don’t take anything too seriously, it’ll all work out in the end”

Lo boleh sedih, boleh seneng, boleh apa aja. Lo patut merasakan semua rasa-rasa itu kok. Tetapi, satu yang perlu lo ingat, semua hal di dunia ini memiliki sebuah akhir. Percayalah, bahwa seberat apapun masalah hidup lo ataupun sesenang apapun hidup lo, semua itu akan berakhir. Intinya, nikmatilah hidup lo. Jangan pernah salahkan waktu, keadaan, apalagi diri lo sendiri. Tidak ada yang salah, waktu tidak pernah salah, keadaan tidak pernah salah, dan tidak perlu pula menganggap bahwa diri lo yang salah..

sekalipun lo merasa demikian,

percayalah percayalah percayalah…

selalu,

ingatlah ketika kegembiraan menghampiri hidup lo, betapa lo sangat senang dan mencintai waktu dan keadaan saat itu..

belajarlah dari kegembiraanmu sendiri bahwa waktu tidak pernah salah..

0

Pengabdianku di Sisi Perairan Lautan Indonesia, Desa Betok Jaya, Kepulauan Karimata, kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat

Image
atas, kiri-kanan (Eva, Tari, Yoyo, gue, Nurul, Tikah, Khalida)
bawah, kiri-kanan (Ilham, Tika, Fia, Zizah, Zahra, Ami, Nufus, Dwi)
di foto ini kurang Aning😦

Sebelumnya, saya ingin mengucapkan, selamat merdeka Indonesiaku! 68 tahun sudah umurmu… Semoga semakin banyak anak bangsamu yang sukses dan mengharumkan nama bangsa Indonesia ini. Cerita saya kali ini mengenai salah satu bagian Indonesia, ya, tanah kebanggaan ini ternyata menyimpan sumber daya yang hebat. Semoga semua sumber daya itu bisa selalu dikembangkan dengan baik yaa🙂, amin.

3 Juli 2013 – 30 Juli 2013 telah menjadi suatu peristiwa bersejarah dalam kehidupan saya. Bahkan, jika pun saya harus menulis sedetail mungkin peristiwa yang saya alami selama kurang lebih satu bulan itu, halaman-halaman di blog ini rasanya tidak akan pernah selesai.

080720132166

Image

Perjalananku satu minggu menuju Desa Betok…

Foto diatas saya ambil dari salah satu FB temen, hehe, soalnya yang bawa plastik putih itu adalah saya. Yak, foto diatas merupakan salah satu gambaran perjalanan saya menuju lokasi K2N. Lokasi foto tersebut adalah di dermaga Sukadana, Kalimantan Barat. Tetapi, sebelum tiba di lokasi ini, perjalanan yang saya tempuh sudah cukup lama. Kira-kira seperti ini rutenya :

Depok => Jakarta => Semarang => Ketapang, Kalimantan Barat => Sukadana, Kalimantan Barat => Desa Pelapis, Kepulauan Karimata => Desa Betok Jaya, Kepulauan Karimata

Total semua rute itu adalah 7 hari perjalanan. Tanggal 3 Juli 2013 kami semua berangkat dengan bis kuning UI menuju Semarang, kurang lebih sekitar 16 jam perjalanan. Tiba di Semarang, kami nginep semalem di Wisma Pemda, Papandayan. Kami sempat menikmati waktu untuk jalan-jalan sebentar di Semarang sebelum akhirnya kami menuju pelabuhan Tanjung Mas untuk melanjutkan perjalanan ke Kalimantan. Satya Kencana merupakan nama kapal yang kami gunakan, kurang lebih 38 jam di atas laut. Yaa, saya mabok laut. Kerjaan saya di kapal cuma tidur, pipis, dan makan doang, hahahaa… Sempet sih mandi sekali. Oh iya, berhubung kapal ini digunain juga sama penumpang-penumpang lain, untuk menjaga keamanan barang-barang logistik dan barang-barang bawaan pribadi kami, kami membuat jadwal piket. Barang-barang yang kami bawa cukup banyak. Tas carrier saya aja beratnya 14 kg, ditambah tentengan plastik satu dan tas ransel kecil satu. Gini deh pas kita-kita di dalam kapal, kalau mau rebahan atau tidur pun ya seadanya aja, karena tempat kami berupa bangku :

1003505_10201717074638334_924091444_n

Setelah 38 jam di atas laut dan tiba di tanah Kalimantan untuk pertama kalinya, saya dibawa dengan menggunakan bis menuju mes polisi untuk beristirahat semalam. Kedatangan kami di mes tersebut disambut oleh pak Hildi, selaku bupati Kayong Utara. Beliau menyiapkan obat malaria dan kelambu untuk masing-masing kami. Cukup kaget juga saya mendengarnya, karena ternyata malaria di kepulauan Karimata ini cukup ganas. Karena saya batal berangkat ke Papua, saya tidak menyiapkan obat-obatan apapun terkait malaria ini, beruntungnya ternyata obat-obat tersebut diberikan secara gratis kepada saya dan teman-teman yang lain.

Esoknya, kami dibawa dengan mobil kecil menuju ke dermaga. Perjalanan menuju lokasi K2N yang sesungguhnya terasa makin dekat, saya cukup berdebar-debar, karena ini untuk pertama kalinya saya mengabdi kepada masyarakat di luar Jawa, dimana budaya masyarakat setempatnya tentu berbeda dengan wilayah pulau Jawa. Hari itu tanggal 8 Juli 2013, pukul 13.00, kapal kecil kami lepas landas menuju desa Pelapis terlebih dahulu, karena beberapa rekan-rekan saya ada yang mendapat daerah pengabdian disana. Desa Pelapis, Desa Betok Jaya, dan desa Padang adalah tiga desa tujuan K2N UI 2013 kloter Kalimantan Barat, semuanya terletak di kepulauan Karimata. Nah, begini deh kurang lebih persiapan kami sebelum naik ke kapal :

523399_10201717161040494_1298440934_n

Rempong yah? Mesti pake pelampung, belum lagi bawa ini dan itu. Tapi, pelampung memang harus banget dipake, soalnya kita semua kan berangkat pake kapal nelayan yang ngga terlalu besar, jadi sangat besar risikonya untuk kapal terbalik tiba-tiba. Bayangkan, sekitar 7 jam kami terombang-ambing diatas lautan, lagi-lagi mabok laut. Tapi ngga begitu terasa, soalnya saya menikmati indahnya laut, awan, langit, ngobrol-ngobrol, ngegalau, dengerin musik dari hape, bahkan saya mencoba mengendarai kapal tersebut, wah asyik juga loh ternyata jadi nahkoda selama kurang lebih 10-15 menit lah😀. Pukul 20.00 kami tiba di desa Pelapis. Eits, turunnya pun tidak mudah, kami masih harus menggunakan perahu kecil untuk menuju daratan. Mau ngga mau, celana pun terpaksa harus basah. Bermalamlah kami di desa Pelapis!!! Yihaaaa😀

Image

9 Juli 2013, hujan di pagi hari tidak membuat semangat saya luntur untuk menuju desa Betok. 3-4 jam perjalanan dari desa Pelapis menuju desa Betok dengan menggunakan kapal yang kemarin digunakan menuju desa Pelapis. Pukul 09.00 berangkat dan sekitar pukul 13.00 tiba di desa Betok, dan teman-teman yang lain langsung melanjutkan perjalanan ke desa Padang yang sebenarnya masih satu pulau dengan desa Betok, namun perjalanan masih cukup jauh, sekitar 2-3 jam lagi.

9 Juli 2013 – 27 Juli 2013, di Desa Betok 🙂

130720132196

kalau malam, air laut yang pasang membuat pasir-pasir yang ada di foto ini tertutupi oleh air laut

Desa Betok, sebuah wilayah yang kira-kira hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengelilinginya sampai habis. Hmm, desa Betok, ah tidak ada pantai yang bagus seperti di desa Pelapis nih. Rumahnya pun terlihat sangat padat, agak kumuh, dan sedikit menyeramkan karena rata-rata rumah tersebut adalah rumah panggung dengan kayu-kayu yang terlihat tidak terlalu kokoh untuk ditapaki. Saya sempat berpikir ‘yang bener aja nih, masa rumah kayak gini yang mesti saya tempatin? Ah, pasti ada rumah yang lebih bagus lagi palingan entar‘. Tapi, saya mencoba untuk menerima apapun yang terjadi, karena saya sudah disini dan tidak mungkin untuk pulang lagi kan?

Awalnya, kami semua dibawa ke balai desa yang mana dibelakangnya ternyata adalah rumah Kepala Desa, pak Hasan. Ruangan balai desa tersebut beralaskan tikar saja yang sepertinya terbuat dari anyaman daun yang sudah dikeringkan. Kamar mandi di luar ruangan bertutupkan pintu kayu seakan merupakan kamar mandi yang sudah cukup bagus. Yang membuat saya bersyukur adalah tempat tersebut cukup bersih menurut saya. Ya, saya adalah orang yang agak jijik-an, walaupun untuk situasi-situasi tertentu rasa jijik saya itu masih dapat saya kontrol. Namun, semua pikiran-pikiran mengenai tempat itu hilang ketika melihat wajah-wajah penasaran yang muncul dari balik pintu. Perasaan saya saat itu entah kenapa, tapi sangat senang. Rasa capek selama perjalanan seminggu dan pegel-pegel karena badan ini tidak pernah menyentuh kasur lagi, terasa hilang begitu melihat dan berkenalan dengan anak-anak di Desa Betok ini. Ngga boong deh, rasanya tuh welcome banget🙂. I really miss that moment, so much… Langsung aja, ketika mereka mulai banyak berdatangan, kami pun mulai membuat permainan-permainan, seakan-akan program kerja telah dimulai. Hahahaa, masih terekam jelas banget di memori saya :’).

after you went through the sea…

080720132169

you see them…

Image

Image

Image

Tidak pernah saya sangka sebelumnya, atau bahkan terbersit di pikiran bahwa di balik luasnya lautan Indonesia, ada wajah-wajah dan jiwa-jiwa manis seperti mereka. Selama ini, saya masih berpikir bahwa mereka yang berada di wilayah-wilayah yang jauh dari perkotaan pasti tidak akan lebih baik dibandingkan dengan anak-anak di perkotaan. Ternyata oh ternyata, pikiranku itu salah hampir 100%. Mereka bisa saya bilang jauh lebih baik dan menyenangkan. Semuanya penuh kebersamaan dan tidak saya rasakan individualisme seperti yang saya rasakan di Jakarta. Anak-anak itu paling hobi bermain do-mi-ka-do, bahkan dari jumlah puluhan orang, mereka akan tetap terus bermain hingga mendapatkan satu orang pemenangnya, yaitu yang berhasil bertahan sampai akhir. Yang menang tidak mendapatkan hadiah apapun, tapi kepuasan batin dan rasa senang itulah yang didapatkan. Perasaan yang tidak akan pernah bisa dibayar lunas oleh uang🙂. Anak-anak itu membuat saya melihat desa Betok tidak lagi hanya sebelah mata, tetapi menjadi sebuah desa yang sangat indah. Membuat saya belajar bahwa uang bukanlah yang utama, kebersamaan adalah segalanya. Dengan kesederhanaan, semua dapat menjadi indah dan bahagia. Bahkan listrik di desa ini hanya ada dari pukul 18.00 hingga sekitar pukul 23.00.

Image

saat bermain domikado, permainan favorit mereka🙂

Program saya, Rumah Kreatif!

Thank’s God. Saya merasa sangat bersyukur karena saya ditempatkan di bagian Rumah Kreatif, ya, program ini kebanyakan berhubungan dengan anak-anak, dan saya menyukai anak-anak. Bersama Ilham, Tika, Anning, Nufus, dan Eva kami menjalankan program Rumah Kreatif ini, beserta pendamping lapangan kami yang sangat lucu yaitu abang Diego😀. Menyanyi, menari, membaca, berhitung, menulis, keterampilan membuat clay/malam, origami, olahraga bersama, menggambar, mewarnai, bahasa Inggris, pengetahuan Indonesia, serta berbincang-bincang sambil mengunjungi rumah warga mengenai pendidikan anak-anak mereka adalah hal-hal yang kami lakukan hampir setiap hari di desa Betok. Sebagian besar kegiatan-kegiatan program Rumah Kreatif ini, kami lakukan di perpustakaan sekolah.

Image

Image

Image

hasil karya clay mereka, yang dibuat dengan menggunakan tepung terigu, garam, air, dan pewarna kue

Image

Mengajar di SD…

Mengajar anak-anak itu susah-susah gampang. Ketika kami datang ke desa Betok ini, amat disayangkan, ketika sekolah sudah mulai masuk kembali hanya baru ada satu guru saja yang sudah siap untuk mengajar SD kelas 1. Perlu diketahui, bahwa di desa Betok ini hanya ada satu buah bangunan SD dan satu buah bangunan SMP. Untuk melanjutkan pendidikan sampai ke tingkat SMA, mereka harus pergi ke kecamatan Sukadana dengan menyeberangi lautan selama 7-8 jam, ya, mereka tidak bisa pulang pergi, ibarat kata mereka harus mengekos atau tinggal di rumah saudara atau teman mereka disana. Oleh karena itu, banyak yang tidak melanjutkan hingga ke tingkat SMA, padahal sudah digratiskan biaya pendidikan.

Bahkan, hingga kami kembali ke Jakarta, guru-guru yang seharusnya mengajar masih belum kembali ke desa Betok. Untungnya, masih ada sang kepala sekolah, yaitu pak Edi yang mau mengajar kelas 2 hingga kelas 6. Bisa dibayangkan, bagaimana keterbatasan tenaga pengajar tersebut turut menghalangi kualitasi mutu pendidikan. Terlebih lagi, hanya ada empat buah ruangan di bangunan SD itu. Satu ruangan untuk kelas 1, satu ruangan untuk ruang guru, dan dua ruangan lainnya dipakai untuk ruang kelas dua hingga kelas lima SD. Untuk kelas enam, jumlah mereka hanya empat orang dan mereka ditempatkan di bangunan SMP. Dalam satu ruangan kelas (selain kelas satu tentunya) terdapat dua kelas dan ruangan kelas tersebut hanya dibatasi oleh tembok pendek saja dengan ruangan kelas lainnya. Jadi ketika satu kelas ribut, terdengar sampai kelas yang lain dengan jelas.

Namun begitu, saya melihat semangat belajar yang tinggi dari anak-anak yang sebenarnya pintar-pintar itu. Satu minggu pertama, saya dan teman-teman membantu untuk mengajar di SD, dari pukul 07.00-10.30. Cukup seru, ada yang tiba-tiba menangis karena belum lancar menulis, ada yang nutupin meja belajarnya pake buku gambar besar biar ngga dicontekin sama temennya, ada yang males-malesan sambil makan mi remes (padahal lagi bulan puasa), ada yang suka teriak-teriak, ada yang terus-terusan nanya kapan istirahat, ada yang suka sok tahu ngoreksi punya temennya, dan lain-lain. Hahahahaa… Kalo diinget-inget, lucu juga. Pas dijalanin sih, rasanya harus ekstra sabar banget ngadepin tingkah laku mereka.

Memperlakukan anak-anak itu juga harus hati-hati sih, kalau bisa semuanya harus diperlakukan sama agar tidak terjadi kecemburuan. Saya pernah sih mengalami hal tersebut, tetapi mungkin karena memang sifat anak itu yang pencemburu dan selalu pingin menjadi yang paling disayang. Tetapi, ketika saya memberikan penjelasan kepada mereka, mereka cukup terbuka dan mau mengerti🙂. Contohnya waktu itu, ada anak bernama Wilda, dia menyampaikan suratnya kepada Anning (teman K2N saya), yang mengatakan bahwa dia benci sama saya karena saya tidak mau mengajar dia. Padahal memang karena giliran saya belum dapat untuk mengajar kelasnya dia, hahaaha… Saya pun pura-pura tidak tahu saja, dengan bersikap seperti biasa. Tiba-tiba ia mengirim suratnya sendiri pada saya, yang intinya mengatakan bahwa ia cemburu. Setelah saya berikan pengertian, ia pun mau mengerti🙂.

Induk semang…

Apa tuh induk semang? Sejenis virus? Atau sejenis binatang laut? Bukan dong… Mungkin ada diantara kalian yang masih belum tahu apa itu induk semang. Induk semang itu adalah sebutan untuk orangtua sementara kita selama kita tinggal di rumah mereka. Di Desa Betok ini, kami semua tinggal di rumah penduduk, pemilik rumah kami itu disebut induk semang.

Induk semang saya adalah pak sekretaris desa, yaitu pak Asri. Beliau biasa kami panggil dengan sebutan ‘bak’, tinggal bersama dengan istrinya yang biasa kami panggil dengan ‘umak’. Selain itu di rumah kami ini ada kak Hen (anak pak Asri dengan istri pertamanya yang sekarang sudah meninggal), bang Deni (suami kak Hen), Dery (anak kak Hen dan bang Deni, usianya hampir 2 tahun), Hengki (anak pak Asri dengan umak, 9 tahun), dan Mursalin (anak pak Asri dengan umak, SMA). Namun, saya tidak sempat bertemu dengan Mursalin karena ia sedang berada di Sukadana ketika saya tinggal di rumahnya. Keluarga ini sangat baik terhadap saya dan Yohana (teman K2N yang satu rumah induk semang dengan saya). Walaupun mereka semua Muslim dan kami tidak berpuasa, tetapi umak dan kak Hen selalu menyiapkan kami makan siang. Keluarga ini sudah seperti keluarga saya sendiri🙂. Bahkan hingga detik ini, kami masih berhubungan baik melalui komunikasi via SMS. Ya, setahun terakhir ini jaringan Telkomsel sudah ada di desa Betok, sehingga kami tetap dapat berkomunikasi walaupun saya jauh di Jakarta. Waktu saya tinggal di Desa Betok, saya memakai M3-Indosat, sehingga saya tidak mendapatkan sinyal sama sekali disana. Ternyata, hidup masih tetap indah kok walau tanpa sinyal🙂.

Hadiah-hadiah😀

Tidak pernah saya sangka. Saya mendapatkan cukup banyak hadiah dari warga desa Betok, terutama anak-anak. Banyak sekali yang memberikan saya surat dan gambar setiap harinya. Ada yang langsung memberikannya, ada juga yang melalui temannya. Surat pertama yang saya terima adalah dari seorang anak perempuan bernama Wilda🙂. Saya langsung menitihkan airmata, terharu sekali menerima surat darinya. Ada beberapa gambar dan surat untuk saya yang tidak saya bawa pulang, karena surat dan gambar itu adalah pekerjaan mereka ketika mengikuti program Rumah Kreatif. Ada pula satu surat, dari seorang anak bernama Ayu, yang saya lupa taruh dimana alias hilang😥, walau satu surat saja tapi rasanya sedih sekali. Setiap surat dan gambar dari mereka sangat berharga bagi saya dan selalu saya ingin jaga dengan baik.

310720132295

Beberapa juga memberi saya lipatan dan hiasan kertas, serta mainan lucu🙂. Mainan yellow angry bird itu dari seorang anak perempuan bernama Fitri dan bola kecil itu dari seorang anak laki-laki bernama Samson. Padahal, sebelumnya Samson sampai merengek-rengek meminta bola itu dari teman K2N saya. Ya, bola itu hadiah dari pasta gigi anak-anak. Entah mengapa, pada akhirnya Samson memberikan bola itu kepada saya, katanya ‘untuk kenang-kenangan…‘ :’)

310720132297

Selain itu, ada beberapa seperti Ayu, Rana, Sinta, pak Mian, dan lainnya yang memberikan saya gelang-gelang, juga ada Rizi yang memberikan saya kelereng selama dua hari berturut-turut😀 hahahaa… Padahal, saya belum terlalu lama kenal dengan Rizi, karena ia baru datang dari luar kota setelah beberapa lama saya tinggal di Desa Betok.

310720132298

Ada pula yang memberikan karangan bunga dari sedotan, buku tulis, dan hiasan kerang. Ada cerita yang membuat saya terharu. Pagi-pagi, ada tiga orang anak datang ke rumah saya, kebetulan hari itu saya sudah tidak ada program dan mendekati hari-hari kepulangan saya. Mereka membawa sebungkus plastik hitam yang isinya adalah kelereng, buku tulis, dan hiasan dari kerang. Betapa terharunya saya dengan kebaikan dan ketulusan hati mereka dalam memberi. Saya tidak melihat harga dari barang-barang yang mereka berikan, tetapi saya melihat nilai yang ada, nilai-nilai yang tidak akan pernah bisa terbayar oleh apapun🙂. Keong yang berwarna putih diberikan oleh seorang anak laki-laki bernama Julianda ketika saya akan pulang ke Jakarta, sedangkan tiga keong kembar batik itu diberikan oleh pak Asri.

170820132315

Seorang anak perempuan bernama Rana, memberiku hadiah tas hitam ini. Waktu itu malam hari ketika saya akan pergi ke salah satu rumah warga bersama Yohana, saya berpapasan dengan dia di jalan dan dia membawa sebungkus kotak yang telah dibungkus rapi dengan kertas. Ternyata itu hadiah untuk saya :’), sangat amat terharu… Saya baru tahu kalau isinya tas, ketika saya sudah sampai di rumah saya di Jatiwaringin, Bekasi.

020820132300

Nah, kalo tas di bawah ini, spesial dibuat sama kak Hen untuk saya😀. Dibuatnya dari sedotan loh… Hebat ya? Sampai begadang kak Hen bikin tas ini… Cantik banget ya tasnya? Kayak yang punya :p hahahahaa… Terimakasih kak Hen🙂.

020820132301

Yang paling tidak diduga adalah pemberian boneka ini :’). Boneka yang pink diberikan oleh ibu-ibu (saya lupa namanya) ketika saya sedang berjalan ke dermaga untuk naik kapal pulang ke Jakarta. Saya tidak menyangka sama sekali bahwa ibu-ibu pun sangat sayang kepada kami semua sehingga mereka mau memberikan barang-barang mereka sebagai kenang-kenangan untuk kami. Sedangkan boneka yang coklat itu adalah bantal tidur leher yang diberikan oleh seorang anak perempuan bernama Fitri.

020820132299

Terimakasih untuk semuanya atas hadiah dan kenang-kenangan yang terindah ini🙂 i love you all

Terimakasih K2N UI 2013…

Tulisan-tulisan saya di blog ini tidak akan cukup untuk mewakili setiap peristiwa, rasa, dan kejadian yang terjadi selama K2N UI 2013 kemarin itu. Salah satu pengalaman yang menyenangkan adalah ketika saya berkesempatan melatih anak-anak disana bernyanyi untuk ditampilkan ketika Pesta Rakyat alias pesta perpisahan. Nyanyiannya adalah Garuda Pancasila, Ampar-Ampar Pisang, dan Kasih Ibu. Beruntungnya lagi, saya berkesempatan mengiringi mereka bernyanyi dengan gitar. Ada pula beberapa anak remaja perempuan yang ingin bernyanyi dan meminta saya mengiringinya dengan gitar, yaitu lagu He Yamko Rambe Yamko dan Indonesia Pusaka.

Hmm, selain itu nih banyak kejadian-kejadian yang tak terlupakan, misalnya aja cinta lokasi, anak yang kulit pahanya sobek karena terkena teritib (hewan laut tajam yang menempel di kayu) sampai harus dibius dan dijahit, kuntilanak di kamar mandi rumah induk semang saya, Fia (teman K2N saya) yang kaki dan tangannya sering terbentur sampan, mandi asin, sapaan ceria ‘kak Icha!’ setiap hari di jalan, bermain sepak bola bersama anak-anak, Ijul dan Wilda (salah satu anak desa Betok) yang datang ke rumah dan membantu saya mencuci piring, tertawa bersama, makan nasi sepiring bertiga bersama anak-anak, hingga kesempatan seharian untuk mengunjungi pulau Genting, Kepayang, dan Karimata Tua yang memiliki pemandangan indah luar biasa. Berenang sambil melihat keindahan bawah lautnya seakan menjadi sebuah kewajiban. Terimakasih K2N UI 2013 atas kesempatan yang luar biasa ini. Hingga 27 Juli 2013 pun datang, hari dimana kami harus berpisah, dengan sebuah doa agar anak-anak bangsa ini akan menjadi laskar pelangi penerus bangsa yang hebat dan dengan sebuah harapan semoga kami dapat bertemu kembali. 19 hari memang tidak cukup rasanya, tetapi saya sudah memiliki keluarga baru disini🙂.

190720132219

190720132218

190720132224

190720132241

180720132215

190720132221

130720132204

190720132238

190720132242

190720132225

Wajah dan tawa mereka akan selalu tersimpan abadi dalam memori saya…

190720132256

190720132245

533875_10201717295803863_1599839616_n

1002567_10201717252802788_757297155_n

1098405_10201717256282875_858321430_n

Nah, kalo foto dibawah ini yang atapnya warna merah adalah perpustakaan sekolah, dimana sebagian besar program-program dari Rumah kreatif dilakukan di tempat tersebut. Memang tidak besar, tetapi dinding-dinding di ruangan tersebut telah menjadi saksi biksu akan kenangan-kenangan indah yang pernah terjadi disana🙂.

k2n 2

Kalo yang dibawah ini adalah SD dan lapangan SD. Biasanya, kegiatan olahraga kayak senam, voli, sepak bola, dan bulu tangkis dilakukan di lapangan SD ini..

k2n 3

Terimakasih untuk sebuah pembelajaran kehidupan yang berharga… Bahkan, sekolah sehebat apapun mungkin tidak akan pernah bisa memberikan pelajaran seperti ini…

k2n 4

berfoto bersama warga Desa Betok di depan SMP.. gue cewek yang paling kanan bawah pake topi :p

Terimakasih untuk kebersamaan di dalam suka dan duka selama 19 hari

Semoga ketika kita bertemu lagi, kita sama-sama sudah menjadi orang yang sukses

Amin…

Terimakasih warga Desa Betok Jaya

My new family 🙂

0

Pelatihan Marinir K2N UI 2013

m 2

foto bersama 115 ‘calon peserta’ K2N UI 2013, para pelatih, panitia, dan mbak Uci

Hai hai… Rasanya banyak banget yang pingin gue ceritain. Pertama gue pingin cerita tentang K2N. Nah, seperti yang gue tulis di postingan gue sebelumnya kalo ada pengarahan dari mbak Uci (sebagai ketua pelaksana kegiatan K2N UI 2013) di PPMT UI. Ternyata, yang datang terlambat, terkena eliminasi dadakan. Alhasil, ada 38 orang yang tereliminasi dadakan dan baru diumumin H-1 hari keberangkatan ke Bumi Marinir Cilandak. Sebenernya sih gue juga termasuk yang terlambat, tapi di absensi gue nulisnya gue ngga terlambat, dan beberapa temen-temen gue yang dateng telat hari itu juga nulis jam kedatangan yang ngga terlambat di absensinya. Hah, gila deh, banyak banget protes atas eliminasi dadakan itu. Beberapa temen gue kayak Jam, Dije, sama Bagus juga terpaksa tereliminasi gara-gara terlambat😦. Padahal, sesungguhnya bahkan mereka dateng lebih dulu dibanding gue loh, itu aja mereka udah telat, gimana gue? Tapi ya, cheat dikit lah😐.

Nah akhirnya 20 Juni 2013 gue berangkat ke Bumi Marinir Cilandak. Agak deg-degan soalnya gue ketakutan kalo-kalo disuruh berenang di kolam renang TNI-nya, soalnya gue kan belum bisa berenang. Tapi sehari sebelum berangkat ke marinir, gue sempet diajarin renang sama Henny, jadi yah udah agak pede sedikit lah ya, hahahaa… Padahal masih belum bisa lancar buat ambil napas -_-. Nah, sebenernya dari tanggal 19 Juni 2013 malemnya ada yang udah nginep di PPMT, tapi gue lebih milih ngga nginep dan dateng pagi-paginya aja, Taufiq sama Adhe juga gitu, hehe… Nah trus 20 Juni pagi jam 6 (ngaret-ngaret dikit lah) kita berangkat naik bis kuning UI (Bikun UI), ada 3 bis. Sampe di tempat marinirnya, widih gila deh, penyiksaan emang dimulai -_-. Hhahahaa… Mulai dari apel pagi, panas-panasan, lari-lari, jalan jongkok, ngerayap, push-up, sit-up, guling, sampe tiarap, dan pas hari pertama semua dilakukan dengan mengenakan jakun alias jaket kuning UI -_-, kebayang panasnya ga sih lo? Udah gitu, jakun kita jadi rada-rada rusak dan jorok gitu gara-gara kena aspal lapangannya. Perlu diketahui, celana gue agak tipis, jadi pas disuruh sikap push-up siang-siang bolong gitu, yak alhasil lutut gue kepanggang, sampe lebam-lebam sakiitnya naujubile deh T.T. Selain itu, kita juga harus makan dengan porsi lumayan banyak (tapi enak-enak kok) dalam waktu 3-5 menit. Hahahaa… Namanya makan komando. Harus habis! Kalo engga, kena hukuman sama pelatih dari marinirnya. Hari pertama tanggal 20 Juni itu kurang lebih begitu, perkenalan gedung-gedung yang ada di Bumi Marinir Cilandak, tapi keliling gedungnya tuh bukan sekedar jalan, tapi sambil ngerayaplah, jalan jongkok lah, dan lain-lain :’). Malemnya, kita diajarin bikin yel-yel sama pelatih Chairil Anwar. Seru dan bagus deh yel-yelnya😉. Btw, di hari pertama ini gue kehilangan satu kancing jakun gue -_-.

Hari kedua, ya tetep aja ada penyiksaan sejenis itu. Pas pagi-pagi ya, belum sarapan, udah disuruh guling-guling di lapangan dong, gila ngga tuh? Kesel parah gue, pusing banget pas guling-guling itu. Akhirnya gue duduk aja karena penglihatan gue udah goyang semua, ehhh diomelin sama pelatih Chairil Anwar -_-, akhirnya mao ga mao ya gue guling-guling lagi deh, hahahaa… Tapi pas saat itu asli deh gue gondok banget sama pelatihnya dan hampir ngundurin diri. Tapi ngga jadi, gue tetep bertahan, haha… Trus hari itu menggunakan jakun juga, yang mana jakun gue udah jorok dan bau keringet -_-. Tanggal 21 ini, intinya adalah kita outbond gitu, ada game-game seru yang melatih kerjasama dan kekompakan lah, hehe.

Hari ketiga, 22 Juni 2013, pagi-paginya kita berangkat ke laut! Ke pantai Tanjung Pasir, Tangerang. Pas masih di Cilandak kan gue siap-siap pake baju renang tuh ya, ehhh resletingnya malah copot, gila lah udah panik banget mana ngga ada persiapan baju renang lain, sampe ganti baju berkali-kali, akhirnya nemu juga baju lengan panjang warna merah yang bisa gue pake buat berenang, fiuh -,-. Di pantai Tanjung Pasir inilah, wuih, jadi deh muka gue gosong parah di sini. Hari ini tuh kita tes mendayung dari daratan (pantai) ke tengah laut pake perahu karet. Abis nyampe tengah-tengah laut, kita turun ke laut dan ngebalikin perahu karetnya, trus kita nyelem dikit dan masuk ke bawah perahu karetnya. Kata pelatihnya, itu latihan yang dilakuin sama TNI AL biar ngga keliatan sama musuh, jadi kayak sembunyi di dalem perahu karetnya itu. Udah deh, perahunya dibalikin ke posisi awal lagi. Trus kita disuruh berenang sendiri sampe ke daratan. Beruntungnya, kelompok renang gue barengan sama anak yang baik-baik dan asyik🙂. Ada Khobbab sama Taufiq juga yang anak politiknya. Trus ada Bi, Muni, Aji, Yohana, Arin, Ilham, dan lainnya yang semuanya baru gue kenal pas K2N ini kecuali Yohana, soalnya doi dulu sekelompok PSAF (ospek fakultas) sama gue. Kan gue ngga bisa renang tuh, apalagi pas nyelem itu, duh gue panik sampe kemasukan air laut dikit ke idung gue. Tapi pas berenang dari tengah laut ke daratan sih tiba-tiba mendadak jadi bisa berenang gitu gue, hhahaha, dengan dibantu pelampung pastinya :p. Lucunya, pas gue pertama kali nyemplung ke laut, yak, kaos kaki gue lepas dengan entengnya -_-, hahahaa… Sekarang sepasang kaos kaki putih gue itu ada di dalem lautan tuh :p. Pas malam harinya ada cerita gondok deh. Jadi ceritanya kita udah bersih-bersih, udah ganti baju, dan udah disuruh tidur, ehhh tau-tau sekitar jam 11an malem disuruh baris lagi keluar dan kita dihukum soalnya kita udah dikasih waktu istirahat tapi malah belum pada tidur. Jadi deh, guling-guling diatas pasir yang bau-bau amis itu, ada kali tuh guling-guling 100 meter. Duh, kesel banget deh, padahal udah bersih-bersih, baju dan badan malah jadi kotor dan bau lagi. Karena udah malem banget dan ngga memungkinkan kita untuk mandi lagi, jadi ya bersih-bersih seadanya aja. Jadi deh kita tidur dengan perasaan bete, kesel, dan dongkol. Di pantai ini kita bermalam di barak.

Hari keempat ini (23 Juni 2013) masih tes berenang, namanya survival dan resque. Survival ini jadi kita dibawa ke tengah laut pake perahu, kira-kira 500 meter dari daratan. Dari tengah laut itu, kita disuruh berenang sendiri nyari daratan. Pas udah mau deket daratan, kita nyoba sambil resque (nyelametin) temen kita pake teknik yang udah dijelasin sama pelatih kita sebelum kita berenang. Oh iya, selama dua hari di laut ini, sebelum berenang-renang, kita ada yang namanya senam malaikat gitu pagi-pagi. Beuuuhhh, intinya adalah senam yang membuat lo terpanggang oleh sinar matahari, wkwkkw. Trus juga ada survival di hutan gitu, jadi kita diajarin gimana cara bikin nasi dari bambu, kelapa, dan ngidupin api pake kayu, ya gitu-gitu lah. Nah, pas gue lagi duduk nungguin kelompok lain selesai tes renang, gue ngeliat ada layangan pesawat gitu, trus gue nyeletuk dan ngobrol sama Adhe di belakang barisan, ehhh diliat sama pelatih yang lagi ngomong di depan, trus gue dipanggil ke depan dan dikerjain deh, gue disuruh jadi layangan pesawat, hahaha… Nama pelatih yang ngerjain gue namanya pelatih Damanik… Trus sorenya kita pulang ke Cilandak, dan hari ini resleting tempat kacamata renang gue juga copot. For you know, baru bener-bener bisa mandi tuh hari ini, soalnya udah kena air-air asin, rambut udah ngga karu-karuan. Untungnya waktu bersih-bersihnya agak lama, jadi sempet mandi bersih. Tapi ya mandinya gitu, mandi masal cewek-cewek hahahaha :p. Malemnya, kita ngasih persembahan buat para pelatihnya, kayak teater parodi selama kita pelatihan disitu, ceritanya ada yang akting jadi pelatih dan jadi anak UI yang dilatihnya, hahaha…

Hari kelima 24 Juni 2013, kulit sudah hitam-hitam terpanggang matahari, pulang deh kita. Hahahaa… Asli deh, gue sedih nih pas hari kelima mau pulang. Apalagi ngeliat pelatih Chairil Anwar, gue sampe nangis. Soalnya selama 5 hari pelatihan, gue paling gondok sama dia, keseeeeeeeel banget. Eh tau-tau paling mewek justru buat gue tinggalin :3. Doi sampe nanya ke gue, ‘kenapa kamu nangis?‘, trus gue jawab aja gue sedih soalnya gue ngga bisa ketemu sama dia lagi, eh trus dia bilang sambil senyum ‘nanti kita ketemu lagi kok‘, hahahaha… Foto-foto deh gue sama pelatih-pelatihnya. Eh, tapi sedihnya adalah foto gue sama pelatih Chairil ilang T.T.

Bad news nya adalah, kan yang ikut pelatihan marinir ada 115 orang, yang bakal diberangkatin ke Papua dan Maluku cuma 50 orang😥, yaudah lah, agak pupus harapan gue, terlebih lagi gue ngga jago berenang. Akhirnya bener aja, gue ngga lolos. Tapi entah apa penilaiannya gue ngga tau juga, ada yang jago banget berenangnya tapi justru ngga lolos, ada yang jago mimpin ngga lolos, justru yang biasa-biasa aja malah lolos, dan mayoritas yang lolos adalah laki-laki, hmm, entahlah, gosipnya sih diliat dari jurusan-jurusannya juga. Ada juga yang bilang kuota pesawatnya emang kurang, ada yang bilang kuota pesawat dikurangin soalnya si mbak Uci melihat dari awal seleksi wawancara kita banyak yang ngga layak, ada yang bilang terjadi korupsi, ada yang bilang keegoisan semata oleh si ketua pelaksana, dan lain-lain. Soalnya, panitia dan pihak marinir sendiri juga syok mendengar keputusan kalo hanya bener-bener 50 orang aja yang diberangkatkan. Akhirnya pasrah aja deh gue kalo pun ngga diberangkatin ya ngga apa-apa…

Ehh tau-tau dapat telfon dari panitia, kalo bagian kemahasiswaan yang bernama pak Arman (yang ngurusin K2N juga, status jabatannya diatas mbak Uci) ngasih titik baru buat 65 orang yang ngga berangkat ke Papua atau Maluku. Soalnya, pak Arman sendiri juga ngga tau kalo yang diberangkatin hanya 50 orang, gila deh. Si ketua pelaksana seolah-olah memutuskan semuanya sendiri tanpa ada masukan-masukan dari pihak manapun. Pak Arman kaget dan bilang kalo kejadian K2N tahun ini tuh ‘luar biasa’. Fuhh… Nah, akhirnya, 65 orang ini diberangkatkan K2N ke Kalimantan Barat, termasuk gue. Tapi, kita udah ngga berurusan sama ketua pelaksana K2N ini, kita berurusannya sama pak Arman langsung. Yah, emang sih mbak Uci terkenal dengan keotoriterannya :””.

Tadi siang, gue baru briefing sama panitia K2N nya, gue dapet program Rumah Kreatif di desa Betok, kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Lokasi ini tahun lalu udah pernah di K2N-in sama peserta K2N 2012, istilahnya sekarang kita tinggal mengembangkan aja. Agak kurang seru dan kurang sesemangat awalnya sih. Ada kesan kalo kita tuh peserta yang agak terlihat maksa buat berangkat😥. Dan semangat awal kan emang pikirannya semua yang ikut pelatihan di marinir bakal diberangkatin ke Papua atau Maluku. Ehh, tau-tau ngga jadi berangkat, trus tiba-tiba ada kabar lagi kalo jadi diberangkatin, hmm, agak-agak gimana gitu deh mood jadi terombang-ambing. Hahhaaa… Tapi, kembali lagi ke tujuan awal sih, kalo emang niatnya buat mengabdi, harus siap diletakkan di manapun🙂. Rencananya, tanggal 2 Juli 2013 nanti berangkatnya naik kapal perintis.

Ini foto-fotonya nih. Selama pelatihan, biar gampang ngitung jumlah orangnya, dari 115 orang dibagi per-pleton (kelompok) gitu. Ada 3 pleton, gue pleton 2, nah ini dia muka-muka pleton 2 :

m 1

gue yang lagi peace, berdiri di sebelahnya TNI, nah TNI yang di sebelah gue itu namanya pelatih Chairil Anwar :’)

img07214-20130624-1041

berpose bersama peraih nominasi pelatih tergalak, pak Mustakim (pink cerah : gue, pink pucet : Adhe)

img07216-20130624-1046

muka gosong setelah 5 hari pelatihan marinir (gue, Taufiq, Adhe)

Dayung

kelompok 3 dayung!

capcus

menuju pantai Tanjung Pasir

m 3

habis berenang di laut

0

Tuhan, Peluk Dia Untukku…

Sore itu di bus besar, dingin, bercuacakan senja…

Aku menatap langit, tidak hujan, tapi entahlah, aku mencari pelangi…

Ku lihat dari balik benda padat itu, ya kaca, ya, begitulah orang-orang menyebutnya…

Terus menerus kucari, namun ohh…tidak ku temukan warna-warna cerah itu…

Aku pun sejenak kecewa karena tidak menemukan fenomena yang menurutku ajaib itu…

Tetapi aku melihat pelangi versiku sendiri, merah, biru, abu-abu, orange, dan putih yang tidak bersih, ya, pelangi versiku sendiri…

Ku lihat warna-warna itu, aku pun kagum…

Sudah biasa dan bukan untuk pertama kali, tapi tetap saja aku kagum…

Aku berharap, pelangi versi-ku itu dapat mengabulkan permintaanku seperti apa yang ku minta terhadap pelangi yang sesungguhnya…

Pelangi…langit… aku tau, aku mungkin tidak bisa selamanya mendapatkan apa yang ku inginkan…

Aku mungkin tidak selamanya akan bergembira…

Aku mungkin tidak bisa lagi memiliki dirinya, menyayangi dirinya, dan membelai rambut dan wajahnya…

Bahkan, mungkin saat ini dia telah membenciku dan ingin segera melupakanku…

Atau jangan-jangan dia menyesal pernah bersamaku?

Ah, aku tidak peduli. Biarlah, itu kan dia…

Namun, aku di sini, berdoa agar hatimu mau menerimaku sebagai teman, tidak lebih…

Aku ingin berteman denganmu, jangan sampai perpisahan ini membuat kita saling membenci satu sama lain, tidak. Bukan itu yang kuinginkan…

Yang kuinginkan adalah walaupun kita berpisah, bagaimanapun kita pernah berhubungan baik kan? Apa salahnya kita berteman?

Aku berdoa, agar Tuhan melembutkan pikiran dan hatimu terhadap siapapun…

Aku tahu, kau sebenarnya baik, aku percaya Tuhan akan mendengar doaku dan memberikanmu hidup yang terbaik di manapun dirimu sekarang berada…

Kenangan-kenangan indah itu, membuat ku rindu…

Ya, rindu hanyalah rindu, tak ada gunanya lagi…

Tapi, rasa rindu itu membuatku tidak pernah membencinya, walau apapun yang dia telah lakukan padaku…

Sesaat aku naik darah juga, tetapi kemudian aku mencoba memahami posisinya…

Tuhan… yang ku minta tidak banyak…

hanya, peluk dia untukku…

0

Sebelum Keberangkatan :’)

Yak! Gue lolos tes kesehatan K2N UI🙂, yang berarti gue udah 90% jadi buat berangkat ke Papua atau Maluku. Tinggal 1 tes lagi, yaitu tes mental dan fisik yang diselenggarain selama 6 hari (dari 15 Juni – 21 Juni) di Bumi Marinir Cilandak. Tapi ternyata, jadwal tes ini harus ditunda soalnya prosedur-prosedurnya masih belum selesai (mata kuliah K2N ini harus muncul dulu di SIAK-NG baru bisa melakukan pembayaran dan berangkat deh). Jadi, sampai saat ini gue masih belum tau kapan K2N ini jadi dilaksanain. Trus besok gue (dan semua peserta K2N) ada pertemuan sama mbak Uci (koordinator K2N) buat membahas tentang K2N gitu di PPMT UI (deket gedung rektorat)..

Walaupun masih ada satu tes lagi, tapi udah disuruh bayar, jadi kemungkinan besar bakal jadi berangkat. Yang gue ngga tau adalah abis dari Marinir itu bakal langsung berangkat ke lokasi K2N atau masih sempet pulang dulu ke rumah. Sebenernya, gue rada seneng karena pelaksanaan K2N ini ditunda, hehehe.. Entah kenapa, berat banget rasanya ninggalin keluarga dan rumah. Tas carrier, peralatan mandi, baju-baju, udah hampir semuanya gue siapin, nyokap gue juga bantu gue buat mempersiapkan semuanya..

Anyway, UAS gue udah berakhir, dan sedihnya adalah kemarin itu adalah UAS terakhir gue :’). Kalo jadi K2N kan, semester 7 besok gue tinggal ngambil mata kuliah Seminar sama magang doang. Sedih sih, ngga bisa sekelas lagi sama temen-temen politik gue buat belajar bareng lagi, i mean, kelas yang bener-bener kuliah gitu.. Kalo kelas Seminar kan buat nyusun skripsi bab I, bukan sejenis pembelajaran mengenai politik-politik lagi :”(. Huhuhu, dan gue terancam akan menjadi mahasiswi STMJ nih, bukan sejenis minuman kok, tapi Semester Tujuh Masih Jomblo, hiks… Trus tadi gue ngeliat di timeline facebook, si Ucok udah mulai ngakses online pake BB😥, entah kenapa ada rasa takut kalo dia ngeadd pin BB mantannya, padahal gue ngga tau juga mantannya pake BB atau engga, kayaknya sih make… Ngga ngerti deh, hal ini seharusnya ngga penting dan ngga perlu gue pikirin sama sekali. Emang sih, hari ini entah kenapa gue keinget Ucok lagi, dan yeah, i’m feeling sad again😦. Bahkan tadi gue sempet nangis sih.. Haaaaaah, ga pentiiiing Chaaaaa, ngga pentiiing😥. Bahkan gue tiba-tiba kepikiran, apa jangan-jangan Ucok kangen sama gue juga ya? Geer parah lu Chaaaa… Gue juga pingin SMS Ucok nanyain dia beneran pake BB atau engga, tapi kan ngga pentiing T.T. Aduh, gue bingung sama perasaan gue. Gue harus move on. Kenapa sih gue masih punya perasaan sama dia ya? Dia aja udah cuek banget sama gue, mungkin udah lupa kali dia sama gue. Tapi beberapa hari yang lalu gue SMS dia buat ngasih tau kalo gue pergi K2N. Tapi jawabannya cuma gitu, ‘iyoo. ati2. Gbu.‘ huhuhuu.. Segitunya banget dia sama gue ya? Salah apa coba gue sama dia? Hiks… Gue masih pingin temenan sama dia kok, tanpa berharap banyak lagi, asli. Tapi dia bahkan kayaknya udah ngga mau lagi nerima gue dalam hidupnya, even if it’s just for us being friend😦.

Rencana awal sih, setelah selesai UAS hari kamis kemarin, gue pingin ke rumahnya, mau ngambil kabel data gue yang masih di Ucok dan sekalian ketemu nyokapnya sambil gue bawain kue. Tujuan gue emang mau sekalian pamit ke nyokapnya, minta doa biar gue di tempat K2N bisa aman-aman aja. Setiap gue SMS ke nyokapnya nanyain kabar, nyokapnya juga selalu nanyain kapan gue bisa mampir ke rumahnya. Tapi, pas gue ceritain hal ini ke Erick (Erick itu sepupu gue), doi ngasih saran ke gue supaya gue ngga ngelakuin hal itu. Katanya gue harus jaga harga diri, terlebih lagi gue udah ngga ada hubungan apa-apa lagi sama Ucok.

Entahlah, gue ngerasa kangen aja sama Ucok, udah 2.5 bulan yang lalu sih gue putusnya. Kangen soalnya, gimana yaa, dulu sering banget ketemu kan, trus sekarang langsung tiba-tiba, jreeppppp!!! Langsung ngga ketemu-ketemu lagi, mungkin itu penyebabnya yaa… Tapi di balik hal ini, banyak hal positif yang gue ambil juga. Semoga aja Ucok bisa mendapatkan yang terbaik buat hidupnya yaa… Amin.

Hiyaaaahh, semoga K2N gue bisa berjalan lancar yaa.. Gue ngeri tes berenangnya pas pelatihan fisik nih, kan gue ngga bisa berenang, huhuhu.. Semoga aman-aman aja, lancar, dan membawa sesuatu yang baru buat kehidupan gue, amin🙂. God bless you guys..

0

Dunia Ini Sempit

Well, i don’t even imagine that i’ll be ever in this case..

Sedikit gue pingin cerita tentang kejadian yang gue alami beberapa hari belakangan ini. Dari tanggal 3 Juni 2013 hingga 5 Juni 2013 aja kali ya, soalnya hari ini gue cuma tidur, makan, dan nonton doang di rumah, secara hari ini tanggal merah karena hari ini merupakan Isra’ Mi’raj, sebelumnya gue ucapin selamat bagi teman-teman yang merayakan yah.

3 Juni 2013

Hari ini hari senin, gue terpaksa banget ke kampus soalnya gue mesti ngambil soal UAS takehome mata kuliah Politik Identitas dan Kewarganegaraan. Sebelumnya, pas Adhe, Taufiq, sama Dewi ke rumah gue, kita udah rencana kalo hari ini kita bakal jalan-jalan ke Bogor, tapi dasar manusia-manusia mager, kita baru bener-bener ngumpul berempat jam 4 sore di kosan Adhe. Alhasil, udah kesorean kalo memang mau berangkat ke Bogor. Ujung-ujungnya kita jadi bingung mau kemana. Akhirnya, kita makan di Meat Lovers, Depok. Ngga sesuai judul restorannya, gue malah makan sapo tofu -_-, Taufiq makan fetucini, Adhe juga sapo tofu, dan Marbun doang yang ada bau-bau dagingnya yaitu chicken steak. Setelah itu, kita jalan ke Margo City, trus pulang deh.

4 Juni 2013

Cerita gue di hari ini ngga se-ngga seru kemarin kok :’), hahahaha… Hari ini gue berangkat rada siangan ke kampus buat tes kesehatan K2N UI di Pusgiwa UI. Tes kesehatannya adalah tes urin yang diselenggarain sama panitia dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Cuma bentar doang sih. Abis itu, gue nemenin Adhe yang belum ambil soal UAS Kwn ke kampus dan kemudian di sana bertemu dengan Jeany (temen politik 2010 gue). Tadinya Jeany mau ngawas UAS Perbandingan Politik, tapi ternyata UASnya takehome, dan doi ngga jadi ngawas. Akhirnya, kita bertiga jalan-jalan deh. Makan di Hoka-Hoka Bento Detos sampe karokean di Nav Margo City. Nah, cerita gue berawal dari sini (jadi daritadi bukan cerita dongs? -_-, hmm ngga juga sih). Pas lagi karokean, gue kan ngecek hape, ada SMS dari nomor 081513194976 yang berbunyi seperti ini :

Sy Prof.Bambang Shergi(Dekan FISIP UI)Yth,Larissa Amanda Indianti Siahaan,Di minta Hbngi Skrng Bpk Prof.Dr.Muh.Anis.081617637417.Anda Di Tunjuk Mewakili FISIP Hadir Dlm Seminar Nasional Peningktn Karakter,Penelitian&Kewirausahaan Mahasiswa Dari Dikti Tgl 08/09 Juni di Htl Nusa Dua Bali.Trims

Gimana ngga seneng tuh lo? Merasa terhormat kan telah terpilih dan dihubungi langsung oleh dekan kampus lo dan rektornya. Tanpa curiga dan pikir panjang gue langsung menghubungi nomor yang tertera dan dalam percakapan tersebut dikatakan bahwa transportasi dan akomodasi semuanya ditanggung. Dia juga meminta nomor rekening gue dan NPM (Nomor Pokok Mahasiswa). Dia juga bilang kalo undangan bisa diambil di dekanat FISIP besok. Gue juga semakin yakin akan seminar itu karena selama di UI ini, gue cukup sering bergelut di dunia Dana Usaha, jadi seminar tentang kewirausahaan itu gue anggep wajar. Keyakinan gue bertambah, pas Jeany bilang kalo ternyata si Casper (politik UI 2011) juga dapet kabar yang sama, for you know, Casper juga cukup aktif di dunia kewirausahaan. Kebetulan banget, Casper cerita sama Jeany tentang hal ini jadi gue juga tau kalo Casper juga terpilih, Casper sama Jeany emang cukup deket sih soalnya dulu mereka sama-sama tergabung di Biro Kewirausahaan HMIP (Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik) UI.

Kemudian, orang yang menelfon gue ini (yang mengaku sebagai pak Anis, alias rektor UI) menyuruh gue untuk pergi ke ATM untuk melihat apakah transferan dia sudah masuk atau belum. Gue cek di ATM BTN Margo, uang gue masih belum bertambah. Orang itu akhirnya nelfon gue lagi dan menuntun apa yang harus gue pencet-pencet di ATM (seperti teknik hipnotis). Sebenernya dia seperti sangat menginginkan kalo gue melalui ATM BNI atau Mandiri, tapi karena gue males kena charge kalo dari ATM lain, gue dari ATM BTN aja. Pas di ATM BTN, dia menyuruh (kayak ngebimbing) gue buat mencet ini dan itu (semua dilakukan dengan cepat seolah-olah kita tidak sempat lagi membaca apa yang tertera di layar). Dia nyuruh gue untuk klik transfer dengan alasan untuk menerima duit transferan dari dia. Pas di bagian jumlah yang akan ditransfer dia bilang gini ‘yak, tekan 2 3 0 1 7 0 0‘, yang kalo kita liat-liat itu sekitar berjumlah Rp2.301.700. Untungnya gue make ATM BTN, jadi berapapun angka yang kita ketik termasuk dua angka dibelakang koma, jadi yang tertera pada jumlahnya adalah Rp. 23.017,00. Hahahaa, makanya gue mikir apapun yang terjadi yaudahlah cuma 23.000 ini, makanya gue beraniin buat ngeklik ‘benar’ di ATM. Gondok kali ya tuh orang. Nah, pas transaksi udah kelar, keluar bukti struk yang pake kertas itu kan, tiba-tiba doi nyuruh gue robek kertas itu, gue mulai mikir ada yang ngga beres, gue iya-iyain aja padahal ngga gue robek sama sekali.

Image

Doi atas nama Bpk Agung Setiawan dengan nomor rekening BNI 0290062043. Gue udah mulai nyium bau-bau penipuan tapi gue masih ngikutin permainannya karena pingin tau. Lalu, doi minta gue buat make ATM orangtua gue dengan alasan agar gue ngga terdaftar sebagai peserta dari UI. Fix, ada yang ngga beres. Cuma mau transfer aja kok jadi repot. Trus pas gue tanya kenapa ngga lewat ATM gue aja, dia seperti labil dan akhirnya bilang bisa juga kalo dari ATM gue -_-. Tapi doi maunya gue lewat ATM BNI, yaudah karena ATM BNInya kebetulan deket, gue ikutin aja lagi permainannya. Masih ada pikiran positif gue mungkin akan beda sistemnya kalo langsung dari ATM BNI. Dengan cara yang sama kayak pas gue di BTN tadi, pas gue liat nominal jumlah yang akan ditransfer sebesar 2.300.000-an, langsung gue tanya gini :

Gue : loh, pak, berarti ini saya nransfer 2.300.000 ke rekening bapak dong?

Doi : astafirulloh allazim Larissaaaaaa, kamu lagi sama siapa? engga, itu nanti akan tertransfer ke rekening kamu, kamu klik benar aja sekarang ya, udah klik kan?

Gue : ohh, udah pak, iya (padahal udah gue cancel)

Doi : Larissa, kamu ngga ngeklik ya? astafirulloh allazim, bla bla blaaa (telfonnya gue putus)

Oke, gue ngecek ATM gue lagi, uang gue hanya berkurang yang 23.000 itu doang. Huhf, ya ini penipuan. Untung aja gue nabung di ATM BTN, tapi itu juga gue sadar kok yang gue transfer adalah 23.000, makanya gue berani aja klik-klik benar. Gue sempet ada pikiran kalo itu mungkin uang pendaftaran, walaupun nominalnya aneh. Gimana dengan Casper? Doi kena 2 juta😦. Huhf… Padahal Jeany bilang si Casper males ikut soalnya tiket pesawatnya disuruh cari sendiri, ehh tiba-tiba si Casper BBM Jeany bilang gini ‘ATM gue ludes😦‘. Lemes banget gue dengernya. Si Casper pun akhirnya menghubungi gue karena kami memang telah menjadi korban. Parahnya, Casper kena sampe dua kali. Total-total sih 2jutaan lah. Akhirnya kita janjian besok buat ngurus ini semua.

Akhirnya gue pulang dan ngga disangka-sangka pas lagi mau jalan ke stasiun UI, ketemu Taufiq di halte stasiun UI, hahahaa… Akhirnya cerita-cerita random sampe cukup lama. Doi nungguin Igon buat nginep di rumah Bagus (Igon dan Bagus temen politik 2010 gue juga), mereka mau bikin makalah buat presentasi mata kuliah Politik Lingkungan (yang mana keesokan harinya ternyata ngga ada kelas -_-).

5 Juni 2013

Okay, hari ini judulnya adalah ‘One Day With Casper‘ ahahahaha…

Awalnya gue males ke kampus, soalnya Casper bilang udah ngeikhlasin uangnya dan gue pun begitu. Tapi Casper ngajak gue ketemuan di kampus, akhirnya yaudah gue jalan aja. Pertama gue ketemuan sama dia di BNI Perpustakaan Pusat UI, Depok. Kita diskusi sama mbak-mbak Customer Service-nya. Trus gue sempet nanya ke si Casper nyokapnya doi kerja dimana, doi bilang kerja di BPS. Wah, ternyata nih ya, dunia sempit bangeeet loh. Nyokapnya doi itu kenal baik banget sama nyokap dan bokap gue yang sama-sama kerja di BPS, wkwkwk.. Si mbak-mbak CS-nya bilang kalo hal ini bisa mereka bantu, tapi kalo bisa harus ada surat dari kepolisian (ngga tau bantuan mereka berupa apa). Dari BNI, gue nemenin Casper ngeprint makalah buat takehome test-nya dulu. Trus kita ke dekanat FISIP ke bagian kesekretariatan. Awalnya sok-sok polos nanyain apa betul seminar itu ada atau engga. Ternyata, kasus ini udah banyak dan sering terjadi loh. Gila deh, bahkan tadi pagi aja ada yang nelfon kalo dia udah jadi korban penipuan ini juga. Lalu, kita ke kantor polisi Depok yang ujung-ujungnya disuruh ke kantor polisi yang terdekat dengan ATM tempat si Casper nransfer. Sebelum ke kantor polisi yang deket sama ATM tempat Casper nransfer, si Casper mampir bentar ke rumahnya buat ambil chargeran hape (well, sebenernya chargeran itu juga ga digunakan selama kita jalan, doi ngambil chargeran karena disuruh sama ceweknya hahaha). Lanjut deh kita ke kantor polisi Tangerang. Rumah Casper kan di sekitaran Tangerang dan tempat doi nransfer ga jauh-jauh dari situ. Dari kantor polisi Tangerang itu, kita disuruh ke Polda Metro Jaya bagian Cyber Crime. Huhfness :’|. Oh iya, karena bokapnya Casper kerja di BNI, jadi sedikit lebih mudah untuk melacak data penipunya. Nyokapnya Casper udah nemuin alamat lengkap, nomor hape, dan nomor telepon rumahnya. Cuma yah, saldo di rekening doi tinggal 60.000 (doi langsung ambil duitnya kemarin kayaknya) dan semua data-data itu bisa aja palsu. Dan kita berdua butuh pihak berwajib yang bisa bantuin ngelacak dimana sesungguhnya penipu itu berada.

Akhirnya, karena kita butuh istirahat, kita ke rumah Casper dulu. Awalnya cuma ada mbaknya doang. Gue ditraktir sate ayam, mmm karena lagi laper, jadi kita makannya nikmat banget. Casper makan 7 tusuk, gue 8 tusuk, wkwkwkk… Dari awal kita ketemu kita ngobrol melulu, si Casper anaknya terbuka banget loh, dia nyeritain semua-muanya, dari temen mainnya, keluarganya, masa kecilnya, hingga percintaannya yang dulu sampe sekarang. Hahahaaa, gue sih seru aja ngedengerinnya. Anaknya juga baik tuh si Casper. Padahal, sebelumnya kita tuh jarang banget ngobrol yang sampe kayak gini, bahkan belum pernah deh. Palingan kita ketemu tuh di pertemuan-pertemuan biro Kwr HMIP doang dan itu juga gue jarang ikut. Tapi pas ketemu hari ini tuh, kita kayak temen yang udah lama kenal.

Hingga kemudian nyokapnya pulang, cerita-cerita deh kita. Hahahaa… Ternyata dulu si tante Neta ini (nama mamanya Casper) pernah jengukin gue pas gue lahiran dan dulu tante Neta seruangan kerja sama nyokap gue. Begitu pula sebaliknya, pas Casper lahir, nyokap gue juga dateng jengukin Casper. Hahahaha, lucu :’), it’s kinda cute. Trus tante Neta juga tau kalo rumah opung gue tuh di Tanjung Priuk, ternyata dulu pernah main ke situ hahahaha. Dan sekarang kami semua dipertemukan karena kasus penipuan ini, thank’s to pak Agung ;p. Trus Casper pergi sebentar jemput adiknya, Vina, doi abis pulang les. Gue di rumahnya doi bareng mbak sama mamanya deh. Mamanya sibuk nyari temennya yang kerja di Polda, biar besok (jumat rencananya) kita tinggal gampang buat ngurus kasus ini. Oh iya, kita ngurus kasus ini bukan semata-mata pingin uangnya Casper balik, tapi kita pingin pelakunya ketangkep sehingga kasus ini bisa berhenti. Karena, berdasarkan info-info yang kita dapetin kalo iming-iming ‘seminar di Nusa Dua’ itu ternyata udah sangat sering dan ada aja korbannya. Kita pingin pelakunya bertanggungjawab atas perbuatannya dan kasus penipuan ini bisa berhenti.

Setelah gue ketemu adiknya (SMA kelas 3, mau lanjut kuliah), ternyata dia baik dan lucu, hehe.. Sampe jam 8 malem gue di rumah Casper dari sekitar jam 5an sore lewat. Trus gue dianterin sampe rumah deh sama Casper, tante Neta juga ikut. Pas sampe rumah gue, ngobrol-ngobrol deh tante Neta sama bokap dan nyokap gue. Trus Casper sama gue di teras rumah gue ngobrol-ngobrol, hahaha. Jam 11 malem lewat, baru Casper dan tante Neta pulang.

Huhf, besok Casper sama gue rencananya bakal ngurus kasus ini dari pagi ke Polda Metro Jaya. Tapi siangnya jam 1 gue ada ujian Kekuatan-Kekuatan Politik di Indonesia. Agak bimbang gitu gue mau pergi dari pagi. Antara pingin bantuin Casper tapi gue mesti persiapan ujian juga. Kabar-kabarnya yang bikin gue tambah males adalah opung gue yang dari Medan pingin dateng dan kemungkinan nginep di rumah gue, ya otomatis di kamar gue. Bete!!! Ngga suka😡. Pokoknya gue bakal bilang ngga mau soalnya ini lagi minggu-minggu UAS dan gue butuh ruang privasi buat ngerjain makalah UAS. Kalo mau ya nginep di rumah yang lain aja dulu sana. Argh! Reseeeeee. Gue sih bodo amat sebenernya mau nginep atau engga, tapi mbok ya jangan di kamar gue lah. Gue udah gede dan butuh privasi juga kali, apalagi di minggu-minggu UAS gini. Kalo sampe jadi nginep, bakal ngga respek lah gue sama pihak yang ngizinin dan pihak yang nginep, terlepas siapapun mereka. Kalo mau nginep, minggu depan aja tuh pas gue berangkat K2N (kalo jadi).

Anyway, gue agak males K2N deh, rasanya ngga tega gitu ninggalin nyokap terlalu lama😦. Ngga tau juga sih, masih belum pengumuman yang tahap kesehatan ini gue lolos atau engga. Apapun yang terjadi, doain semoga kejadian dan setiap keputusan yang gue ambil adalah yang terbaik ya🙂, amin. God bless you